Di penghujung tahun 2018 pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 29-30 Desember 2018 kami (Saya, Sesitjen Kemendikbud, pejabat Pembinaan SMP, serta staf sesitjen) berkesempatan mengunjungi Sumpur Kudus, kampung nun jauh di kaki bukit barisan dengan tujuan utamanya ke nagari Manganti.

Kunjungan ini dalam rangka melihat langsung progres pembangunan SMK yang telah di mulai beberapa bulan yang lalu, dan sekaligus kami melihat lokasi untuk pembangunan SMP di nagari Manganti kecamatan Sumpur Kudus dan di Bukit Bual Kecamatan Koto VII. Semuanya itu berada di kabupaten Sijunjung yang dipimpin oleh Bupati Bapak Yuswir Arifin.

Berkah di penghujung tahun 2018 ini berawal dari kunjungan Buya Syafii Maarif dengan beberapa pejabat dan teman dari Jakarta ke ranah lansek manih yaitu sekitar 21 Juli 2018. Di mana saat kunjungan itu, Bapak Dr. Sanusi (sesitjen kemendikbud) juga ikut dalam rombongan.

Kebetulan kami satu mobil saat menuju ke lokasi, Pak Sanusi menyampaikan ke saya, “lokasi ini sangat indah dan menarik, kita manfaatkan untuk komplek pendidikan, mas Mul, nanti kita awali dengan SMK, tapi kompleknya dinamakan dengan nama Buya Syafii Maarif. Tiba di Jakarta saya akan langsung jajaki ya”.

Kemudian kami sampaikan ke Buya Maarif dan Pak Bupati serta sekda Sijunjung, untuk minta dukungan dan persetujuan. Tim bersemangat dan bergerak cepat, baik pemda yang menyiapkan proposal dan persyaratan lainnya, begitu juga Pak Dr. Sanusi langsung melakukan penjajakan dan langkah-langkah di Jakarta.

Ternyata Pak Dr. Sanusi bukan hanya sekedar punya ide tetapi beliau benar-benar mewujudkan menjadi kenyataan, yaitu dengan cara melakukan pendekatan dengan beberapa unit terkait dan itu selalu dimonitornya setiap waktu.

Kembali ke kunjungan kami ke Bumi Minangkabau. Hari Sabtu pagi kami tiba di kota Padang dengan penerbangan Garuda pertama menuju Bandara Minangkabau. Setelah mendarat di BIM kami diajak oleh kepala LPMP Sumbar yang juga didampingi oleh kabid SMP Sijunjung untuk mengunjungi kantornya yang berada dikawasan Air Tawar.

Baca juga  Gotong Royong di Makassar, Ewako!

Di sini Pak Sesitjen memberi pembekalan kepada teman-teman di LPMP. Sebelum ke LPMP kami diajak menuju sebuah restoran di Jalan Ir. H. Juanda untuk menikmati soto Rajawali, di mana pengunjungnya ramai sekali bahkan ada yang antri krn menunggu tempat duduk kosong. Tempat ini bagi saya sudah sangat familiar karena di kota ini saya sejak tamat SD hingga sampai menyelesaikan pendidikan sarjana muda.

Kemudian siangnya, kami berkesempatan pula mengunjungi PMT Hamka. Pada tahun 1990-an peminatnya sangat banyak sekali, kemudian hampir redup ditelan waktu, saya juga punya cerita sendiri dengan sekolah ini. Sekarang PMT Hamka mulai bersinar kembali dibawa nakhoda Bapak Dr. Jasrial, M. Pd. Setelah mendapat perhatian dari putra Sumpur Kudus, Buya Ahmad Syafii Maarif. PMT Hamka beberapa waktu lalu juga menerima hibah bus sekolah dari Bapak Menteri Perhubungan.

Selesai di PMT Hamka kami melanjutkan perjalanan ke Sijunjung. Di perjalanan menikmati gulai kepala ikan, soto khas Padang dan beraneka macam kuliner khas ranah Minangkabau. Tidak terasa lama di perjalanan, akhirnya kami tiba di Sijunjung dan disambut dengan ramah oleh Pak Bupati bersama kepala dinas pendidikan.

Pada hari minggu pagi kami dijemput oleh Pak Bupati ke penginapan. Selanjutnya kami bersama beliau menuju lokasi pembangunan SMK dan rencana pembangunan SMP di Nagari Manganti. Juga ikut dalam rombongan tim Pendidikan Sijunjung dan Propinsi Sumatera Barat.

Di sini rencananya juga akan dibangun perpustakaan “ASM” dan museum Rajo Ibadat, serta sarana dan prasarana lainnya. Semoga juga akan menjadi kenyataan. Kami melihat langsung progres pembangunan SMK, di mana hingar bingar kendaraan yang lalu lalang mengangkut material pembangunan, dan ditambah irama ketokan palu tukang, membuat indahnya alunan suara di kampung yang di kelilingi hutan berbukit itu. Kita akan betah berlama-lama di sana, apalagi sambil menikmati air kelapa muda, dan makanan khas Sumpur Kudus.

Selanjutnya kami juga berkesempatan mengunjungi tugu PDRI, yang menguatkan bahwa Sumpur Kudus di samping telah melahirkan tokoh nasional Bapak Prof. Dr. H. Ahmad Syafii Maarif, MA., juga punya sejarah tentang Republik Indonesia yang kita cintai ini. Siapa tahu pada saatnya nanti tokoh-tokoh nasional dan bahkan orang nomor satu di republik ini punya waktu dan kesempatan untuk berkunjung ke kabupaten Sijunjung yang tercinta ini.

Baca juga  Penjelasan atas video seseorang yang mengaku diperas urusan karantina covid. Kronik kedatangan WNA/WNI di Bandara Soekarno-Hatta

Sebelum kembali ke Padang, kami juga meluangkan waktu untuk mengunjungi kantor Polsek Sumpur Kudus yang pembangunannya hampir selesai 100%. Kantor ini merupakan bantuan khusus dari Kapolri Bapak Jenderal. M. Tito Karnavian, Ph. D. melalui tangan dingin buya Maarif.

Sudah tidak terhitung banyaknya perhatian dan bantuan Buya Maarif ke kampung halaman (kita doakan buya Maarif sehat dan selalu ingat kampung), di Polsek ini kami sudah ditunggu oleh Bapak Kapolsek, Iptu. Mulyadi dan jajarannya.

Sejak awal sampai akhir dalam kunjungan ini, kami selalu bersama-sama dengan Pak Bupati dan tim. Beliau rela menyisihkan hari liburnya dengan kami demi pembangunan dan kemajuan ranah Lansek Manih, padahal seharusnya beliau mengisi waktu istirahat atau bersama keluarga tercinta.

Sampai akhirnya kegiatan selesai, kemudian kami berpamitan di pertigaan Tanjung Ampalu untuk selanjutnya kami kembali ke Jakarta. Bravo Sijunjung, ranah lansek manih! (Asmul Khairi)