Bagi warga Kabupaten/Kota Kediri sosok Bung Karno nampaknya memiliki tempat istimewa dalam hati mereka.
Untuk itu meski masih dalam bayang-bayang pandemi corona mereka tak ingin meninggalkan momen istimewa Hari Lahir Sang Proklamator KemerdekaanBangsa di bulan Juni 2021 ini.
Beberapa komunitas akan menggelar Doa bersama lintas agama, santunan anak yatim dan fakir miskin, sarasehan Jati diri bangsa, mocopat banjaran Bung Karno dan Kirab Pancasila Dasar Negara RI dan tumpeng hasil bumi. Kegiatan ini dipusatkan di Situs Ndalem Pojok Persada Soekarno Kediri. Sabtu 05, Juni 2021 esok.
“Alhamdulillah respon dan kesadaran warga Kediri terhadap Hari Lahir Bung Karno cukup menggembirakan. Semua guyup rukun bergotong royong berusaha mensukseskan peringatan hari lahir Bapak Bangsa kita,” ujar Lukito Sudiarto Ketua Panitia Harlah Bung Karno Kediri.
Menurut Lukito beberapa komunitas yang turut mendukung penuh kegiatan ini diantaranya adalah Warga Mocopat Kediri-Blitar, Komunitas Oleng-Oleng, PCTA Indonesia Kediri, tokoh Lintas Agama, BTS 88 Sound System, Endess Audio, Ahmadiyyah Kediri, Syiah Kediri, , Studio Musik Luki, Budayawan, Rapi Lokal 6 Kediri, RWW Rapi Wonojoyo Gurah, RSD Radio Sambung Dulur Wates, Hakim LC, Pojok Rejo dan lain-lain.
Sementara Ketua Harian Situs Persada Soekarno Kediri mengatakan dapat dimaklumi mengapa warga Kediri merasa dekat dengan Bung Karno, pasalnya memang Bung Karno adalah keturunan orang Kediri.
“Saat ditanya soal asal-usul Bung Karno mengatakan. Ibu saya dari Bali, Bapak saya dari Kediri. Sebagaimana dikatakan Bung Karno di dalam buku biografinya “Penyambung Lidah Rakyat,” kata Kushartono.
“Mungkin karena ada pertalian khusus (keturunan) inilah diantara yang membuat sosok Bung Karno memiliki arti tersendiri bagi masyarakat Kediri,” terang Kus.
Meski begitu Kus menyadari, belum banyak rakyat di seluruh Indonesia yang sadar bahwa Bapak Bangsa kita, Bung Karno ini keturunan Kediri. Dia berharap dengan Peringatan Hari Lahir kali ini dapat mendorong kesadaran itu.
“Semoga dengan acara ini makin banyak rakyat Indonesia yang sadar asal-usul Bung Karno. Karena hari ini kita juga perlu perfikir mendalam untuk bisa kembali ke jatidiri. Ada sesuatu yang tersirat. Maka tema sarasehan itu pada Hari Lahir Bung Karno adalah “Kediri, Kembali ke Jatidiri Bangsa Indonesia,” papar Kus.
Acara Peringatan Hari Lahir Bung Karno akan dilaksanan dengan mematuhi standart protokal kesehatan. Panitia tidak mau gegabah.
Beberapa benner bertuliskan Patuhi Protokol kesehatan dipasang dibeberapa tempat. Panitia juga menyiapkan beberapa tempat akan tidak terjadi kerumanan.
“Sudah kita persiapkan dan semua sudah sepakat untuk mematuhi protokol kesehatan. Memakai masker, mencuci tangan dan Menjaga jarak. Mohon doa restu semoga selamat, sukses dan bermanfaat,” tegas Lukito Ketua Panitia.*