AGRARIA.TODAY – Guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pemerintah telah menjalankan Reforma Agraria yang di dalamnya terdiri dari penataan aset dan penataan akses. Selain melakukan legalisasi aset sebagai bentuk penataan aset, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) juga melaksanakan kegiatan lain yang bisa memberi dorongan kepada masyarakat berpenghasilan kecil sebagai subjek penerima program legalisasi aset untuk menggunakan dan memanfaatkan asetnya.
Salah satunya, dengan peningkatan pemberdayaan masyarakat sebagai bentuk dorongan untuk kemandirian masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraannya. “Ada namanya Reforma Agraria, ada pemberdayaan masyarakat yang tujuannya adalah bagi masyarakat yang tidak mempunyai pendapatan dilatih untuk berwirausaha,” jelas Pembina Ikatan Istri Karyawan dan Karyawati (IKAWATI) Kementerian ATR/BPN, Nanny Hadi Tjahjanto saat ditemui usai meresmikan Cafe Ladara yang didirikan di Kantor Wilayah BPN Provinsi Sulawesi Utara, pada Kamis (15/09/2022).
Dorongan tersebut diberikan sebagai bentuk dari pelaksanaan penataan akses, yaitu penataan penggunaan atau pemanfaatan tanah yang lebih produktif disertai penataan dukungan sarana dan prasarana yang memungkinkan petani memperoleh akses ke sumber ekonomi di wilayah pedesaan.
Contoh penataan akses antara lain kemudahan masyarakat untuk mengakses permodalan dengan cara menjaminkan asetnya guna mengembangkan usahanya, sehingga dapat meningkatkan taraf perekonomian. Bentuk dorongan lain, yaitu dengan memberikan pelatihan dan pembinaan sesuai dengan potensi yang dimiliki masyarakat terhadap aset yang dimiliki. “Nah di sini Ibu IKAWATI menampung para binaan dari Kantor Pertanahan (Kantah) yang mempunyai Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM),” ujar Pembina IKAWATI Kementerian ATR/BPN.
Dalam kesempatan tersebut juga berlangsung pameran UMKM yang berasal dari binaan tiap-tiap Kantah se-Sulawesi Utara. Menurut Nanny Hadi Tjahjanto, pameran didirikan dalam rangka menyambut Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional (HANTARU) yang diperingati pada 24 September setiap tahunnya.
“Dalam rangka HANTARU di setiap Kantah mengadakan bazar untuk menampung para UMKM, supaya UMKM naik kelas. Sedangkan, di tingkat provinsi namanya UMKM naik panggung, kemudian nanti dikurasi lagi tingkat nasional namanya UMKM naik pamor. Setiap UMKM provinsi nanti hadir di Jakarta dalam rangka perayaan HANTARU,” ungkapnya.
Selama kunjungan, Pembina IKAWATI Kementerian ATR/BPN melihat potensi unggul dari produk yang dihasilkan para pelaku UMKM di Sulawesi Utara. Ia memandang bahwa para pelaku UMKM perlu memperluas pasar melalui aplikasi Ladara. “Produk di Sulawesi keren-keren, makanya kita kenalkan lewat aplikasi Ladara supaya barangkali ada yang berminat tapi tidak sempat berkunjung ke sini bisa mengakses dan berbelanja melalui aplikasi Ladara,” pungkas Nanny Hadi Tjahjanto.
Selain meresmikan Cafe Ladara, Pembina IKAWATI Kementerian ATR/BPN melakukan kunjungan ke rumah produksi batik khas Sulawesi, yakni Wale Batik Minahasa. Dalam kesempatan ini, Nanny Hadi Tjahjanto belajar secara langsung dalam produksi Wale Batik Minahasa. Mulai dari pencantingan, pencelupan pada air untuk pewarnaan, pelorotan, dan pengeringan dipraktikkan secara langsung oleh Pembina IKAWATI Kementerian ATR/BPN.
Hadir mendampingi Pembina IKAWATI Kementerian ATR/BPN, Wakil Pembina IKAWATI Kementerian ATR/BPN, Nurlaili Juli Antoni; Ketua IKAWATI Kanwil BPN Provinsi Sulawesi Utara, Dewi Kania Zakaria; Ketua IKAWATI Kanwil BPN Provinsi Gorontalo, Erry Juliani Pasoreh; dan seluruh Ketua IKAWATI se-Sulawesi Utara. (LS/PHAL)
#KementerianATRBPN
#MelayaniProfesionalTerpercaya
#MajuDanModern
#MenujuPelayananKelasDunia