AGRARIA.TODAY – Bencana memang tidak dapat diperkirakan kapan terjadinya, namun manusia dapat melakukan mitigasi dan antisipasi dalam menghadapinya. Untuk itu, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melaksanakan Sosialisasi Simulasi Evakuasi Bencana, Kebakaran, dan Keadaan Darurat lainnya kepada seluruh pegawai di lingkungan Kementerian ATR/BPN yang diselenggarakan oleh Biro Umum dan Layanan Pengadaan di Aula Prona gedung Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Rabu (19/01/2022).

Kepala Biro Umum dan Layanan Pengadaan (ULP), Agustin Iterson Samosir yang membuka sosialisasi ini menuturkan kegiatan ini untuk bercermin terhadap peristiwa-peristiwa bencana seperti gempa bumi dan kebakaran untuk kemudian dilakukan mitigasi, agar dampak kerugian yang ditimbulkan dapat diminimalisasi.

“Jadi dengan semangat ini kita hari ini sama-sama hadir selain belajar namun bagaimana pelaksanaannya dilakukan di tempat masing-masing. Ini bukan hal yang tiba-tiba dilakukan seperti ini tapi beberapa hal sudah dipersiapkan. Seperti kondisi gedung Kementerian di pusat sudah dilakukan audit gedung, mechanical audit dan technical audit, jadi kami mendapat laporan titik-titik mana yang merah, kuning, dan hijau dan itu sudah kita lakukan mitigasinya di 2021-2022,” tuturnya.

Baca juga  Siapkan Pembangunan Ibu Kota Negara, Pemerintah Susun Rencana Kerja dan Pastikan Status Kawasan Inti dan Pengembangan IKN Clean and Clear

Lebih lanjut, ia menyampaikan peserta yang mengikuti sosialisasi ini untuk dapat berperan dalam posisi proses evakuasi dalam kondisi darurat jika terjadi bencana. Dan juga dalam waktu dekat akan dilaksanakan simulasi dalam proses evakuasi dan darurat.

“Arahan pimpinan kita akan lakukan simulasi di semua gedung dalam waktu dekat, termasuk segala fasilitas yang ada akan kita fungsikan untuk proses evakuasi. Ini semua kami sampaikan tidak untuk membuat semua khawatir tapi untuk menyampaikan bahwa persiapan-persiapan kita sudah kita lakukan. Namanya darurat tidak diduga tapi perlu kita antisipasi, mitigasi untuk menghadapi situasi seperti itu,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Saepuloh dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta mengatakan pentingnya sarana penyelamatan jiwa pada gedung ketika terjadi proses evakuasi dan darurat.

“Sarana penyelamatan jiwa adalah sarana yang terdapat pada gedung yang digunakan untuk menyelamatkan jiwa dari kebakaran dan bencana lain, di antara sarana seperti, sarana jalan keluar, pencahayaan darurat, petunjuk arah darurat, komunikasi darurat, pengendali asap, tempat berhimpun sementara, dan tempat evakuasi,” katanya. (JR/AR)

Baca juga  Wamen ATR/Waka BPN Serahkan Sertipikat Tanah Makam Sunan Bonang

#KementerianATRBPN
#MelayaniProfesionalTerpercaya
#MajuDanModern
#MenujuPelayananKelasDunia