AGRARIA.TODAY – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui Biro Perencanaan dan Kerja Sama, mengadakan kegiatan Pemantauan dan Evaluasi Implementasi Kerja Sama Luar Negeri Kementerian ATR/BPN Tahun 2021 yang berlangsung secara daring dan luring, bertempat di Four Season Points by Sheraton, Makassar pada Kamis (09/12/2021). Acara ini bertujuan untuk menentukan pemantauan evaluasi serta pengendalian kegiatan-kegiatan kerja sama yang berasal dari luar negeri.

Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama, Gabriel Triwibawa, yang hadir secara daring berkata bahwa Kementerian ATR/BPN mempunyai rencana strategis mulai tahun 2020-2024 dengan misi untuk mencapai pelayanan pertanahan dan penataan ruang yang berstandar dunia. “Kenapa harus berstandar dunia? Karena sekat-sekat atau border negara regional dan global yang selama ini menjadi barrier, saat ini mulai tak ada. Oleh karena itu, mau tak mau kita harus berkompetisi secara global,” ujar Gabriel Triwibawa.

Gabriel Triwibawa juga mengaitkan terkait pentingnya memiliki pemikiran dengan perspektif nasional dan global. Hal ini dimaksudkan agar pemikiran tak hanya terkungkung dalam perspektif nasional, tetapi juga secara global agar sejajar dengan negara-negara di dunia internasional, sesuai misi yang ingin dicapai, yaitu institusi berstandar dunia.

Hal ini juga sesuai dengan visi Indonesia yang disampaikan oleh Presiden RI, Joko Widodo, yaitu terkait Indonesia Emas 2045. Gabriel Triwibawa berujar bahwa Indonesia Emas 2045 merupakan wujud cita-cita negara Indonesia untuk memimpin kancah dunia dalam hal ekonomi, pembangunan, dan aspek lainnya. “Saya mengajak teman-teman untuk membuka perspektif, terutama dalam hal pengelolaan pertanahan dan tata ruang,” imbaunya.

Gabriel Triwibawa berkata, jika pelayanan pertanahan dan tata ruang dapat bersaing, diharapkan terbukanya kemudahan-kemudahan dalam pelayanan pertanahan dan tata ruang sehingga meningkatkan peluang investasi bagi negara Indonesia. “Tentunya investasi ini dapat membuka akses peluang lain, yaitu peluang lapangan kerja,” tuturnya.

Baca juga  Pelepasan 85 Kontingen Kementerian ATR/BPN untuk PORNAS KORPRI XVI 2023

Gabriel Triwibawa mengungkapkan bahwa peluang lapangan kerja yang luas ini sebagai salah satu wujud untuk mempersiapkan bonus demografi di tahun 2025 kelak. “Pada tahun 2025, kita akan mencapai bonus demografi, yaitu peluang usia produktif yang besar sekali. Bayangkan jika kita tidak menyiapkan bonus demografi tersebut, akan ke mana potensi ini? Itulah mengapa kita harus sangat kompetitif dengan negara-negara global agar mewujudkan kemakmuran, serta tingkat ekonomi pembangunan yang berkontribusi kepada kesejahteraan masyarakat Indonesia,” pungkasnya.

Gabriel Triwibawa juga menyebut beberapa indikator keberhasilan program-program Kementerian ATR/BPN. Hal tersebut di antaranya berkurang ketimpangan pemilikan tanah, meningkatkan pendapatan per kapita rakyat Indonesia, jaminan kepastian hukum, serta peningkatan ease of doing business (EODB) atau kemudahan berusaha. “Kita sudah concern terhadap banyak hal, mulai dari program Reforma Agraria demi kesejahteraan masyarakat, penyelesaian kasus-kasus pertanahan untuk kepastian hukum, dan juga berharap agar kemudahan berusaha kita naik ke level 40 seperti yang kita targetkan,” jelas Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama.

Baca juga  Wamen ATR/Waka BPN terima kunjungan Forum Konservasi Leuser (FKL) Aceh

Kepala Bagian Kerja Sama, Hendro Prastowo, yang turut hadir secara langsung dalam acara, berharap bahwa melalui kegiatan ini dapat dijadikan sarana untuk mengetahui progres dari program kerja di Kementerian ATR/BPN yang berkaitan dengan kerja sama luar negeri. Tak hanya itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mengetahui kendala-kendala serta perencanaan strategis sebagai penyelesaian masalah. “Kita berharap bisa berbagi pengalaman terkait pengelolaan kegiatan yang bersumber dari kerja sama luar negeri,” tutupnya. (AR/JR)

#KementerianATRBPN
#MelayaniProfesionalTerpercaya
#MajuDanModern
#MenujuPelayananKelasDunia