AGRARIA.TODAY – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Ikatan Istri Karyawan dan Karyawati (Ikawati) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggelar kegiatan Pembuatan Biopori bertempat di halaman Kantor Kementerian ATR/BPN pada Kamis (04/11/2021). Kegiatan pembuatan Biopori kali ini sebagai salah satu kegiatan peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang (HANTARU) 2021.

Ketua Umum Ikawati, Diah Himawan, berkata bahwa kegiatan pembuatan biopori kali ini menjadi bagian dari kegiatan HANTARU 2021, khususnya untuk mendukung program pemerintah dalam program Jabodetabek-Punjur terkait hal pembuatan sumur resapan. “Pembuatan sumur resapan dan biopori yang telah dilakukan di Kantor Pusat Kementerian ATR/BPN ini sebagai bentuk komitmen Kementerian ATR/BPN dalam pengendalian banjir dan air tanah,” terang Diah Himawan.

Diah Himawan berkata bahwa pemerintah saat ini tengah menyiapkan segala sesuatu dalam rangka mengantisipasi perubahan iklim, salah satunya melalui program tata ruang Jabodetabek-Punjur. Ia berharap kegiatan yang dilakukan oleh Ikawati yang bekerja sama dengan panitia HANTARU 2021 ini dapat mendukung program yang ada, serta berkontribusi positif terhadap pelestarian lingkungan hidup.

Ketua Panitia Program Penanaman Biopori, Lina Situmorang, menjelaskan bahwa banjir masih menjadi masalah yang terjadi di berbagai perkotaan besar. “Hal ini dikarenakan curah hujan yang cukup tinggi, diperparah oleh minimnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan tingkat kepadatan bangunan yang tinggi membuat air resapan sedikit masuk ke tanah,” jelasnya.

Lina Situmorang berkata bahwa salah satu strategi yang dilakukan untuk mengatasi hal tersebut ialah dibuatnya penggunaan teknologi biopori. Ia menjelaskan bahwa teknologi biopori adalah sebuah teknologi sederhana dengan membuat lubang silindris secara vertikal ke dalam tanah yang berfungsi sebagai lubang resapan. Peningkatan daya resap air dalam tanah dilakukan dengan membuat lubang di tanah dan menimbunnya dengan sampah organik untuk menghasilkan kompos.

Baca juga  Serahkan Sertipikat Tanah, Anggota Komisi II DPR RI Dukung Program Strategis Kementerian ATR/BPN

Lebih lanjut, sampah organik yang ditimbunkan dalam lubang ini, kemudian dapat menghidupi fauna tanah, yang seterusnya mampu menciptakan pori-pori di dalam tanah. “Tak hanya sebagai lubang resapan, manfaat lain biopori adalah untuk menambah cadangan air dan sarana untuk mengurangi volume sampah organik,” tutur Lina Situmorang.

Lina Situmorang berharap dengan adanya penanaman dan pembuatan biopori ini, dapat sebagai sarana edukasi dan gerakan sosial masyarakat untuk sadar lingkungan, terutama dalam hal mitigasi bencana banjir dan keberlangsungan lingkungan. Ia juga mengharapkan dukungan dari berbagai pihak untuk turut serta memasyarakatkan pemanfaatan biopori mulai dari lingkungan keluarga, lingkungan sekitar, lingkungan kerja, dan sebagainya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Yulia Jaya Nirmawati. Seluruh anggota Ikawati bersama-sama menanam pipa PVC ke dalam tanah di 35 titik di Kantor Pusat Kementerian ATR/BPN. Saat ini, terdapat 130 titik biopori dan 4 sumur resapan di Kantor Kementerian ATR/BPN yang menghadap ke Jalan Sisingamangaraja. Sementara di Kantor Kementerian ATR/BPN yang menghadap ke Jalan Raden Patah, rencananya akan dibuat 40 titik biopori dan 2 sumur resapan. Kemudian di kantor Kementerian ATR/BPN yang bertempat di Jalan Sabang, terdapat 85 titik biopori dan 2 sumur resapan. Terakhir untuk di Kantor Pelayanan Ditjen SPPR yang bertempat di Kuningan, Jakarta, sebanyak 25 titik biopori dan 2 sumur resapan. (AR/RK)

Baca juga  Kolaborasi Lintas Sektor, Ciptakan Kesejahteraan Masyarakat Transmigran di Sulawesi Barat

#KementerianATRBPN
#MelayaniProfesionalTerpercaya
#MajuDanModern
#MenujuPelayananKelasDunia