Jakarta – Sepuluh tahun adalah umur yang penting bagi Lembaga Pengkajian Perumahan dan Pengembangan dan Perkotaan Indonesia (LP P3I) atau lebih dikenal dengan The Housing and Urban Development Institute (The HUD Institute) yang merupakan wadah berhimpun dan rumah besar pemangku kepentingan perumahan, infrastruktur dasar, permukiman dan perkotaan. “Selamat untuk The HUD Institute atas hari jadi yang kesepuluh, tetap menjadi garda terdepan untuk mengikuti Visi Presiden Republik Indonesia dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul,” kata Sofyan A.Djalil, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) pada saat menghadiri acara Tasyakuran Hut Ke-X Yayasan LP P3I /The HUD Institute melalui video conference, Kamis, (14/01/2021).

Sofyan A.Djalil berharap bahwa The HUD Institute mampu mendorong dan membangun SDM khususnya dalam bidang vokasional yang bisa adaptasi dengan perkembangan industri dan teknologi. “Kami dorong peran The HUD Institute ke depannya untuk menghasilkan SDM yang siap kerja dan siap pakai, dan dapat membantu mengurangi pengangguran di Indonesia, saya pikir pemerintah saat ini ingin melibatkan seluruh masyarakat dalam menyelesaikan masalah di negeri ini,” pungkasnya.

Kementerian ATR/BPN saat ini sedang menyusun RPP UUCK yang nantinya mampu membantu dan memudahkan partisipasi publik, dunia usaha, swasta di dalam pembangunan. “Nanti rezim izin akan dirubah dengan rezim risiko, akan membuat semua orang dengan kreatifitasnya akan lebih mudah terealisasi, saya sangat senang apabila HUD mampu memberikan ide-ide dalam RPP yang akan memperkenalkan tata ruang yang fleksibel dan partisipatif,” ucapnya.

Baca juga  Sosialisasikan Website PPID Daerah, Kementerian ATR/BPN Tingkatkan Kinerja Pelayanan Informasi Publik

Sofyan A.Djalil berharap dalam hal permasalahan pertanahan dan tata ruang, The HUD Institute dapat memberikan masukan. “Dengan SDM yang punya pengalaman dan pengetahuan dan karena perkembangan teknologi yang juga semakin berkembang di dalam penataan pertanahan dan tata ruang, barangkali kita perlu melihat dari perspektif yang baru, melihat dengan perspektif yang berbeda dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat ini,” ungkapnya.

“Banyak dari anggotanya adalah pribadi yang berkompeten sebagai orang perumahan rakyat yang datang dari berbagai macam profesi, mulai dari arsitek, perencana perkotaan, ahli kajian perumahan, pengembang, advokat,” jelasnya pada kegiatan yang diikuti oleh anggota LP P3I/HUD seluruh Indonesia ini.

Diharapkan juga partisipasi masyarakat untuk memberikan input. “Ke depan masyarakat juga harus mampu memberikan input, kemudian yang sudah ada dalam tata ruang bisa ditafsirkan atau dilaksanakan lebih fleksibel ke depan. Dengan fleksibilitas tata ruang ini, akan mampu mengakomodasi aspirasi masyarakat sehingga mampu menciptakan tata ruang yang partisipatif,” tambahnya.

Baca juga  Balikpapan Ditargetkan Menjadi Kota Lengkap pada Akhir 2023

Sofyan A.Djalil menegaskan masalah yang menjadi prioritas adalah masalah perumahan, urban, tata ruang. “Dalam hal human development  Kementerian ATR/BPN selalu berusaha menguji coba urban renewal, kita pernah revitalisasi kawasan kumuh di Jakarta dengan konsilidasi lahan kita laksanakan. Saya mengajak Bapak-Ibu semua untuk mari memikirkan bersama kesejahteraan negeri kita ini ke depan,” tegasnya. (RE)

#KementerianATRBPN
#MelayaniProfesionalTerpercaya
#MajuDanModern
#MenujuPelayananKelasDunia