Jakarta – Tanah dan ruang merupakan infrastruktur paling dasar dalam pembangunan bangsa. Untuk itu, sebagai pengelola pertanahan dan tata ruang di Indonesia, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memiliki fungsi dan peran penting di dalamnya. Hal ini disadari dan diungkapkan langsung oleh Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan A. Djalil pada acara Ngopi Bareng (Ngobrol Pintar Bareng) yang dimoderatori oleh Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN, Himawan Arief Sugoto dalam rangka learning and sharing yang dilakukan secara langsung dan daring oleh seluruh jajaran pada Rabu (23/09/2020).

“Tata ruang yang baik akan menentukan Indonesia dalam pembangunan kota, pembangunan wilayah yang baik pula, sebaliknya, tata kota yang amburadul maka akan melahirkan kota, tempat hunian, dan lain-lain yang amburadul dan akan menjadi beban di masa yang akan datang,” kata Sofyan A. Djalil.

Menteri ATR/Kepala BPN mengatakan hal tersebut menunjukkan betapa pentingnya tata ruang. Oleh sebab itu, diperlukan perbaikan dalam mengelola tata ruang dengan dialog yang kreatif dan produktif antara pemerintah dan masyarakat. “Ke depan diperlukan keterbukaan dalam menyusun tata ruang, maka akan dibuat tata ruang partisipatif dengan dibuat komisi tata ruang disetiap tingkatan, dengan ini kita inginkan akan ada check and balance yang dilakukan. Jadi nanti tata ruang yang dibuat dengan data-data yang baik akan ditaruh ke dalam website dan dalam pelaksanaannya mereka bisa merevisi, mana yang perlu disesuaikan sehingga tata ruang itu betul-betul responsif,” jelas Sofyan A. Djali.

Menurut Sofyan A. Djalil, check and balance yang dilakukan dalam penyusunan tata ruang yang partisipatif juga mengedepankan dialog dengan masyarakat yang menghasilkan outcome yang sangat baik. “Saya pikir check and balance bagus sekali, check and balance artinya semua keputusan, semua perbuatan kita bisa dinilai dan dikontrol langsung oleh masyarakat. Dengan mekanisme seperti itu, maka ada dialog yang kreatif dan produktif antara masyarakat dan pemerintah. Hal ini juga mengurangi pemerintah untuk berbuat sesukanya yang bisa berdampak banyak kasus kemudian menjadi negatif pula dampaknya kepada masyarakat,” tambahnya.

Kalau dengan pengaturan tata ruang menjadikan Indonesia dan wilayah provinsi hingga perkotaan menjadi lebih baik, lingkungan lebih seimbang, dan lain sebagainya sehingga perlu dilaksanakan dengan baik, begitupun dengan tanah. Tidak ada aktivitas yang dilakukan tanpa tanah. “Oleh sebab itu, tanah ini harus tertib hukumnya, tertib hak miliknya, ada kepastian atas tanah tersebut sehingga tidak ada sengketa. Untuk itu, kita juga harus menjadi unsur penetap pemberian kepastian hukum, jangan sampai kemudian ATR/BPN menjadi sumber yang menciptakan ketidak pastian hukum,” pesan Menteri ATR/Kepala BPN.

Baca juga  Perkuat Penanganan Mafia Tanah Melalui Rakor Polda Metro Jaya Bersama Kementerian ATR/BPN

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Menteri ATR/Kepala BPN selalu mengingatkan kepada seluruh jajaran untuk melaksanakan kewajiban sehari-hari dengan mengingat standar prosedur yang telah ditetapkan sesuai aturan dan mengedepankan nilai-nilai lembaga yaitu Melayani, Profesional dan Terpercaya. “Alhamdulillah semakin hari lembaga ini semakin baik, saya senang sekali bekerja dengan teman-teman di ATR/BPN yang memiliki pemahaman yang luar biasa terhadap pertanahan. Hal ini harus diimbangi dengan sikap yang menggambarkan nilai-nilai organisasi yang telah kita tetapkan, sehingga kita bisa memperkenalkan ATR/BPN organisasi yang Melayani, Profesional, Terpercaya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Sofyan A. Djalil mengapresiasi hasil kerja seluruh jajaran atas kerja baik demi kemajuan organisasi maupun bangsa dan negara. “Saya sangat mengapresiasi teman-teman yang telah bekerja baik sekali sehingga telah menciptakan inovasi-inovasi dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Saya yakin kalau kita terus belajar, terus perbaiki kelembagaan ini maka visi organisasi yang sesuai dengan nilai kementerian akan dicapai dalam waktu yang tidak lama,” ucapnya.

Baca juga  Tantangan Dalam Pelaksanaan Konsolidasi Tanah

“Mudah-mudahan negeri kita akan menjadi negeri yang baik, negeri yang makmur dan damai, dan kita semua adalah bagian dari orang-orang yang ikut berkontribusi untuk menciptakan Indonesia yang lebih baik melalui tanah dan tata ruang yang kita kelola, sehingga memberikan kontribusi untuk menuju Indonesia yang lebih baik,” pungkas Menteri ATR/Kepala BPN. (LS/WN/RK)

#KementerianATRBPN
#MelayaniProfesionalTerpercaya