Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional (HANTARU) tahun 2019 resmi ditutup. Kegiatan tersebut ditutup oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sofyan A. Djalil, di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementerian ATR/BPN, Cikeas, Jawa Barat (17/11).
“Ini merupakan perayaan Hantaru yang paling meriah dan saya berharap Kementerian ATR/BPN semakin maju dan modern,” ujar Sofyan A. Djalil saat menyampaikan sambutannya.
Peringatan HANTARU Tahun 2019 ini mengambil tema ATR/BPN Menuju Penataan Ruang dan Pelayanan Pertanahan yang Berkepastian Hukum dan Modern. Tema tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat dan penyemangat kita semua dalam peningkatan kualitas pelayanan pertanahan dan tata ruang secara modern serta menjamin kepastian hukum.
Penutupan HANTARU 2019 ini dimulai sejak pagi jam 06.00 WIB dengan diawali senam bersama jajaran Kementerian ATR/BPN yang kemudian dilanjutkan dengan Jalan Sehat menyusuri Desa Cikeas Udik sejauh 7 Km, pemandangan sangat asri melewati pepohanan rindang, perkampungan warga dan juga sawah yang jarang sekali ditemui di Ibukota Jakarta. Bagi jajaran Kementerian ATR/BPN ini adalah momen langka karena dengan kesibukan yang padat dalam bekerja tidak sedikit para pegawai yang jarang menyempatkan untuk jalan sehat pagi hari dengan suasana yang sejuk seperti di Desa Cikeas Udik. Terlihat antusiasme para pegawai Kementerian ATR/BPN, bahkan banyak juga yang membawa keluarga untuk mengikuti kegiatan ini, meskipun jalan sejauh 7 Km mereka sanggup menyelesaikannya sampai garis finish.
Selain jalan sehat berbagai kegiatan lain pun digelar untuk memeriahkan penutupan Hantaru 2019 seperti fun games, serta penampilan pemenang ATR/BPN Mencari Bakat: Stand up comedy, seni tari, parody band, penyanyi solo, serta pembacaan puisi. Acara ini dihadiri oleh Menteri ATR/Kepala BPN, Sekretaris Jenderal, Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama, serta seluruh jajaran baik pusat maupun Kantor Wilayah BPN dan Kantor Pertanahan di Indonesia.
Peringatan HANTARU tahun 2019 dilaksanakan di seluruh Indonesia. Mulai dari tanggal 24 September sampai 17 November 2019, diisi oleh banyak kegiatan yakni berbagai turnamen olahraga, di antaranya bulu tangkis, tenis meja, tenis lapangan, futsal, serta catur. Selain itu, Hantaru juga menyelenggarakan seminar pertanahan, talkshow dan sarasehan tata ruang, bakti sosial Ikawati, donor darah, serta ATR/BPN Mencari Bakat.
Pada kesempatan yang sama Hary Sudwijanto, Direktur Sengketa dan Konflik Tanah dan Ruang Wilayah II selaku ketua panitia mengatakan bahwa kegiatan HANTARU harus memiliki 4 kecerdasan di dalamnya. “Sesuai dengan arahan Bapak Menteri, ada 4 kecerdasan yang harus kita pegang yaitu: spiritual, emosional, intelektual, dan sosial,” ujar Hary Sudwijanto.
Berbeda dengan penutupan HANTARU tahun sebelumnya, kali ini dilaksanakan pula penanaman 90 pohon dan saat ini sudah ada sekitar 256 pohon buah berbagai varietas yang tumbuh di lingkungan PPSDM Kementerian ATR/BPN seperti rambutan, durian musang king, durian bawor, petai, jengkol, rambutan dan lain sebagainya. Diharapkan dengan adanya penanaman pohon ini, dapat membuat lingkungan menjadi asri, dan yang paling utama adalah karena tanaman yang ditanam adalah tanaman buah-buahan kelak nanti sambil melaksanakan pendidikan dan pelatihan di PPSDM peserta dapat juga menikmati buah yang tumbuh di kebun buah ini.
Pada HANTARU 2019 ini, Jawa Barat berhasil mempertahankan gelar juara umum. Jawa Barat menyabet gelar juara beberapa kejuaraan yang dipertandingkan selama HANTARU 2019. Keseluruhan kegiatan HANTARU 2019 ini diharapkan dapat mempererat hubungan pertemanan, keakraban, sportivitas dan juga penyegaran ditengah penyelesaian target kerja. Diharapkan seluruh pegawai dapat kembali ke rutinitas kerja dengan performa lebih baik, lebih semangat, dan lebih produktif sehingga membawa Kementerian ATR/BPN yang lebih baik serta maju dan modern. (TA/AF/RO/LS/AM)