Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) adalah Perguruan Tinggi Kedinasan di bawah Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN). Sekolah ini pada awalnya bernama Akademi Agraria yang berdiri tahun 1963, tidak lama setelah lahirnya Undang-undang Pokok Agraria. STPN telah banyak melahirkan aparatur di bidang pertanahan. Meneruskan tradisi itu, Selasa (03/09), STPN laksanakan wisuda Program Studi Diploma IV Pertanahan dan Program Studi Diploma I Pengukuran dan Pemetaan Kadastral (PPK) Tahun Akademik 2018/2019 di Sasana Widya Bhumi, Godean, Yogyakarta.
Pada wisuda kali ini, diikuti oleh 444 wisudawan. Terdiri dari Wisudawan Program Studi Diploma IV Konsentrasi Manajemen Pertanahan sebanyak 30 orang, dan Konsentrasi Perpetaan sebanyak 26 Orang. Sedangkan 388 lainnya adalah lulusan Program Studi DI Pengukuran dan Pemetaan Kadastral.
Dalam kesempatan ini, Sekretaris Jenderal menyampaikan bahwa kualitas lulusan STPN tidak perlu diragukan. “Banyak lulusan STPN yang menjadi pimpinan di Kementerian ATR/BPN, bahkan beberapa waktu lalu Presiden telah menyetujui salah satu alumni STPN untuk menduduki jabatan setara eselon I di Kementerian ATR/BPN tentunya setelah mengikut seleksi terbuka,” ungkap Himawan Arief Sugoto.
Namun, Himawan Arief Sugoto juga memberikan pesan kepada seluruh wisudawan STPN untuk tidak jumawa dan berpuas diri. “Jangan pernah berhenti, Visi Kementerian ATR/BPN saat ini adalah menjadi institusi
pengelola pertanahan dan Tata Ruang berkelas dunia, yang harus didukung oleh sumber daya yang unggul, terus tingkatkan kompetensi diri,” ungkapnya.
Kompetensi SDM tersebut tentunya juga harus disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan dunia Keagrariaan di Indonesia. Ketua STPN Senthot Sudirman dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa kurikulum STPN telah disinergikan dengan Program Strategis Nasional Kementerian ATR/BPN seperti Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), serta Reforma Agraria. “Dengan pendekatan ini diharapkan akan dihasilkan SDM yang berkompeten dan siap pakai di bidang Agraria, tata ruang dan pertanahan,” papar Senthot Sudirman.
Pada hakikatnya wisuda bukanlah akhir dari pembelajaran. Wisuda adalah gerbang besar, pintu masuk dari pembelajaran di bangku sekolah dengan dunia yang sesungguhnya. Semoga ilmu yang di dapat seluruh wisudawan STPN Hari ini dapat menjadi bekal untuk menjadi persona agraria yang berintegritas, jujur, profesional dan senantiasa bermanfaat untuk semua. (WN/RO/NA)