Magelang – Ibu Marmi (58) warga Kecamatan Ngablak, datang sejak pagi ke kota Mungkid. Nenek 3 orang cucu ini bersama dua belas orang lainnya adalah penerima sertipikat langsung dari Presiden Joko Widodo di Stadion Gemilang, Kabupaten Magelang, Jumat (30/08).
Dengan berseri-seri Ibu Marmi bercerita bahwa Sertipikat yang akan diterima hari ini adalah sertipikat atas sebidang tanah pekarangan yang diwariskan oleh orang tuanya. Pekarangan inilah satu-satunya sumber penghasilannya. “Saya kerjakan sendiri, menanam sayur, selain untuk dimakan juga dijual untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.
Melihat caranya berbicara, Ibu Marmi adalah pribadi yang optimis namun rendah hati. Di usianya yang tak lagi muda masih semangat untuk bekerja keras menghidupi diri.
Penerima sertipikat lainnya, Mamik Sutarmi (40) menyampaikan kegembiraannya pekarangannya kini sudah sah menjadi miliknya. “Akhirnya bersertipikat, itu sumber nafkah kami,” ungkap petani cabai ini.
Jumini (62) warga kecamatan Sawangan, gembira sekali rumahnya kini bersertipikat. “Sehari-hari saya buruh tani, kalau tidak gratis saya tidak punya sertipikat,” ujarnya dengan dialek Jawa Tengah yang kental.
Mujiati (34) juga menyampaikan bahwa sertipikat yang diterimanya hari ini adalah tegalan yang dikerjakannya. “Saya ibu rumah tangga yang juga bertani ditegalan ini,” paparnya
Yatimah (40) bercerita bahwa sertipikat yang diterima hari ini adalah hasil jerih payahnya sendiri. “Saya mendapatkan 3 sertipikat pekarangan,” ungkap perempuan yang dari perawakannya nampak jauh lebih muda dari umurnya ini.
Selain petani, penerima langsung sertipikat dari Presiden Joko Widodo adalah Sarwiyati (56), seorang wirausaha putil. Warga Kecamatan Dukun ini mengungkapkan bahwa sertipikatnya akan dia simpan untuk anak cucunya nanti. “Saya punya usaha putil, alhamdulillah sudah dapat KUR dari sertipikat yang dulu. Kalau sertipikat hari ini hasil kerja keras kami selama ini jadi akan disimpan saja,” pungkas nenek satu cucu ini.
Sertipikat hak tanah yang terbit adalah sebuah bukti kepemilikan yang sah dari negara. Di baliknya ada penerima-penerima sertipikat yang bekerja keras untuk memperoleh dan mempertahankan tanah sumber penghidupannya. Yuk kita teladani semangat ibu-ibu ini! (WN/RH/AM/TA)