Sesuai dengan visi Kementerian ATR/BPN untuk menjadi instansi yang berkelas dunia dalam hal layanan pertanahan, program Proyek Percepatan Reforma Agraria (PPRA) sangat relavan dengan rencana strategis, visi, dan bisnis proses dari Kementerian ATR/BPN. Oleh karena itu, Kementerian ATR/BPN mengadakan pertemuan dengan Bank Dunia untuk membahas kelanjutan PPRA di Aula PTSL, Gedung Kementerian ATR/BPN pada Rabu, (29/01/2020).
Proyek Percepatan Reforma Agraria dirancang dengan 3 (tiga) komponen utama, yaitu: 1) Pemetaan Partisipatif dan Reforma Agraria; 2) Infrastruktur Data Geospasial untuk Pengelolaan Sumber Daya Lingkungan dan Alam; 3) Manajemen Proyek, Pengembangan Institusi dan Pemantauan.
Program ini juga akan mendukung Transformasi Digital di Kementerian ATR/BPN, terutama pada tahap awal pendirian Kantor Manajemen Proyek (Project Management Office, PMO) untuk Transformasi Digital. Dalam mendukung Kantor Manajemen Proyek, proyek ini membutuhkan staf ahli internasional yang dapat membantu menjalankan PPRA.
Pertemuan ini dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN, Himawan Arief Sugoto, Direktur Jenderal Infrastruktur Keagrariaan, Adi Darmawan, Staf Khusus Menteri ATR/Kepala BPN bidang Transformasi Digital, Della R. Abdullah, serta Ketua Spesialis Administrasi Pertanahan untuk Bank Dunia, Mikka Torhonen. (AF)
Biro Hubungan Masyarakat
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/
Badan Pertanahan Nasional
Twitter: @atr_bpn
Instagram: @Kementerian.ATRBPN
Fanspage facebook: facebook.com/kementerianATRBPN
Youtube: Kementerian ATRBPN
Situs: atrbpn.go.id