Jakarta – Dalam kesempatan memberikan sambutan pada acara Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama antara Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Perkebunan Nasional, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPK Sawit) Wakil 1 Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa Kementeriannya sangat bergantung pada Kementerian ATR/BPN. Ungkapan yang disampaikan oleh Budi Gunadi adalah bukan tanpa alasan, ia mengatakan setidaknya ada 4 (empat) hal yang membuat Kementerian BUMN bergantung kepada Kementerian ATR/BPN.
Pertama, Budi Gunadi menjelaskan bahwa saat ini banyak aset tanah BUMN yang tidak tahu tanahnya di mana, besarnya berapa dan tidak ada sertipikatnya. “Oleh karena itu jika kita tidak memiliki hubungan baik dengan Kementerian ATR/BPN, aset tanah kami dapat berkurang,” kelakar Budi yang disambut riuh tepuk tangan peserta Rapat Kerja Nasional Kementerian ATR/BPN di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (21/1/2020).
Untuk itu Budi Gunadi memerintahkan kepada jajaran Direktur Utama BUMN agar menjalin hubungan yang baik dengan para Jajaran Kementerian ATR/BPN sehingga masalah sertipikasi tanah aset BUMN dapat segera terselesaikan, sejalan dengan target Presiden untuk mendaftarkan tanah di seluruh Indonesia pada tahun 2025.
Kedua, dalam menjalankan bisnisnya banyak juga BUMN yang membutuhkan tanah baru, contohnya kilang Pertamina, kami sangat membutuhkan Bapak/Ibu sekalian di Kementerian ATR/BPN untuk berkolaborasi membantu kami dalam proses pengadaan tanah. “Selama ini kami sangat kesusahan sehingga lama pengurusannya,” ungkap Budi Gunadi.
Ketiga, terkait permasalahan sengketa pertanahan yang dialami oleh PT Perkebunan Nusantara ia mengungkapkan agar juga dibantu penyelesaiannya dan yang terakhir Budi Gunadi mengungkapkan karena sifatnya memberikan kepastian hukum hak atas tanah, tanda tangan pejabat Kementerian ATR/BPN disertipikat tanah ini sangat dipercaya oleh Bankir. Sebagai orang yang besar dari dunia perbankan Budi Gunadi mengatakan bahwa dalam bisnis perbankan pertama ia sangat percaya kepada Tuhan YME, kedua ia sangat percaya kepada Gubernur Bank Indonesia, kemudian yang ketiga adalah percaya kepada Menteri ATR/Kepala BPN.
“Terikat jaminan adalah pertama jaminan karakter, dan itu hanya dari Tuhan. Jaminan kedua adalah cash yaitu ada cashnya atau tidak dan itu karena Gubernur BI tanda tangan atau tidak. Kemudian tanda tangan Menteri ATR/Kepala BPN disertipikat dan itu sangat dipercaya oleh para Bankir,” ungkap Budi Gunadi.
Sementara itu, Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan A. Djalil mengatakan mendengar pidato Budi Gunadi ia merasa Kementerian ATR/BPN adalah institusi yang sangat penting. “Saya pikir permintaan Pak Budi akan kita penuhi dan akan kita bantu,” ujarnya.
Lebih lanjut Sofyan A. Djalil mengatakan bahwa saat ini pelayanan di Kementerian ATR/BPN semakin baik, oleh karena itu semakin banyak tuntutan dari masyarakat. Bukan hanya aset BUMN, tapi aset negara juga masih belum beres. “Satu pihak tadi kita dengar bagaimana layanan kita itu dibutuhkan oleh orang jadi kita harus bekerja lebih keras lagi,” imbuhnya.
Selain itu lanjut Sofyan A. Djalil, kantor ini juga sedang melakukan reformasi internal. Tuntutan begitu banyak. Kita sudah bergerak cepat tapi tetap dinilai kurang cepat. Maka itu kita adakan sistem talent pool . Tapi tantangannya adalah banyak pegawai karena kesibukannya sudah lama tidak belajar. “Untuk itu sesibuk apapun kita, sempatkanlah belajar,” pungkasnya. (RO/WD/LS/NA/AF)
Biro Hubungan Masyarakat
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/
Badan Pertanahan Nasional
Twitter: @atr_bpn
Instagram: @Kementerian.ATRBPN
Fanspage facebook: facebook.com/kementerianATRBPN
Youtube: Kementerian ATRBPN
Situs: atrbpn.go.id