“Huawei Watch GT sudah ke pasar 10 bulan lalu, dan tercatat 3 juta unit global shipment dalam 10 bulan,” ujar Edy dalam peluncuran Huawei Watch GT 2 di Jakarta, Kamis.
Namun, Huawei enggan berbagi angka penjualan perangkat wearable tersebut di pasar Indonesia.
“Itu kita tidak bisa share,” kata Deputy Country Director Huawei CBG Indonesia, Lo Khing Seng.
Lo mengatakan Watch GT mendapat respons yang cukup bagus di pasar Indonesia, yang membuat Huawei merilis penerusnya, Watch GT 2.
Tidak hanya arloji pintar, Huawei sebelumnya juga telah memasarkan perangkat gelang pintar atau band, Huawei Band 3 Pro, dengan menawarkan teknologi entry-level.
Sementara, untuk bersaing dengan arloji pintar dari merek lain, Lo mengatakan strategi Huawei adalah mengusung teknologi, spesifikasi dan fitur yang tinggi, namun dengan level harga yang lebih terjangkau untuk pengguna.
“Ini akan menjadi suatu segmen yang akan terus berkembang. Trennya naik terus,” kata Lo.
Namun, saat di tanya pangsa pasar Huawei untuk produk perangkat wearable, lagi-lagi Lo enggan berbagi.
“Saya belum tahu karena di sini belum ada badan resmi untuk mensurvei pangsa pasar arloji pintar,” ujar Lo.
Berdasarkan kajian lembaga riset pasar Statista, Apple memegang pangsa pasar tebesar secara global untuk pengkapalan arloji pintar pada Q2 2019, dengan angka 46,4 persen, yang diikuti oleh Samsung dengan pangsa pasar 15,9 persen.
Artikel ini dikutip dari Antaranews.com